#NasabahBijak: Sat Set Sat Set, Tumpas Cyber Crime di Indonesia

“Jarimu adalah harimaumu”​

Salah satu jargon yang menggambarkan bahwa seberapa bahaya jari kita di atas layar yang bisa membuat kesalahan fatal. Di era digital sekarang ini, apapun serba digital. Negara Indonesia sudah menginjak revolusi industri 4.0. Jika ditinjau dari kegiatan masyarakat yang sudah hampir melalui layanan digital ini.

 

Dimulai dari pembelajaran di sekolah sampai dengan berbelanja hingga bekerja. Dengan adanya digitalisasi tentunya dari yang namanya internet, sosial media, smartphone dan komputer. Segala informasi sudah bisa disampaikan melalui media digital dalam hitungan detik.

Segala bentuk aktivitas yang dilakukan masyarakat hampir melibatkan finansial, khususnya sekarang yang sudah hadir bank digital. Tentunya menggunakan bank digital memiliki keuntungan dan tantangan baik dari sisi nasabahnya maupun pihak banknya. Masing-masing punya peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan, segala bentuk kejahatan bisa terjadi karena kelalaian nasabahnya.

Memangnya, apa saja yang menjadi keuntungan menggunakan bank digital? Secara garis besar bank digital memiliki peran dalam mengefisienkan proses transaksi agar lebih mudah bagi nasabahnya, selain itu menggunakan bank digital khususnya produk Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sangat beragam fiturnya yaitu BRIMO. Menggunakan BRIMO semua transaksi bisa dilakukan dengan mudah, semua pembayaran termasuk e-commerce, QRIS dan transfer antar bank. Tetapi disamping itu terdapat beberapa tantangan bagi nasabahnya maupun pihak banknya.


Salah satu tantangan yang harus dihadapi yaitu Cyber Crime. Apa yang dimaksud dengan cyber crime? Cyber crime adalah akses ilegal terhadap suatu transmisi data. Masih belum ngerti? Dengan kata lain, cyber crime itu kejahatan yang dilakukan oleh seorang pemrogram komputer yang bertujuan untuk mencuri data secara ilegal, biasanya target yang dituju itu orang yang punya banyak duitnya heee, bukan hanya itu orang yang terhubung dengan internet juga bisa terkena cyber crime.


Dengan adanya cyber crime, bukan hanya pihak bank dan nasabah saja yang dirugikan, selain nasabah juga ikut terseret termasuk negara yang menanggung kerugiannya. Sebagaimana yang tercatat di katadata.co nilai kerugian negara mencapai US$6,9 miliar pada 2021, jika dikonversikan sekitaran Rp102.640.260.000.000,00, buat bangun infrastruktur negara sepertinya lebih dari cukup ya.


Dilansir dari katadata.co juga aduan terbanyak yang dilaporkan oleh masyarakat, yang tercatat pada september 2021  adalah konten penipuan sebanyak 4.601 kasus. Disusul dengan pengancaman sebanyak 3.101 kasus dan penghinaan/pencemaran sebanyak 3.101 kasus. Hal ini cukup miris sekali, terutama masyarakat yang kurang literasi digital. Sebagian masyarakat ini secara paksa disuguhi digitalisasi sebelum memahami apa itu digitalisasi, ya jadinya begini. Maka dari itu yuk tingkatkan literasi digital dan perbanyak penyuluh digital, agar nasabah bijak lebih waspada terhadap segala bentuk kejahatan.

Grafik:

Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2022

Grafik:

Kerugian Akibat Kejahatan Siber Tahun 2021

Grafik:

Laporan Konten Kasus Kejahatan Siber Tahun 2021

Landasan Hukum untuk Mengatur Cyber Crime di Indonesia

  • Dasar hukum untuk mengatur keamanan siber di Indonesia adalah UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 dan Revisi UU ITE Nomor 19  Tahun 2016,
  • Berdasarkan UU ITE Tahun 2016, pemerintah mengeluarkan peraturan teknis, yaitu peraturan pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik.
  • Untuk menghadapi ancaman siber terhadap keamanan nasional, peraturan kementerian pertahanan (Kemenhan) Nomor 82 Tahun 2014 menyediakan pedoman pertahanan siber.
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan BSSN menulis sebuah rancangan UU yang akan memayungi seluruh UU dan peraturan keamanan siber di Indonesia. DPR memasukkan RUU keamanan Siber dalam petugas Prolegnas jangka menengah untuk periode legislasi 2020 – 2024.

Kenali 3 Cara Cyber Crime Melakukan Kejahatan Pada Nasabah

Salah satu kejahatan yang berkategorikan sosial adalah mencuri data nasabah, berikut ini tiga deretan cara yang paling sering dilakukan oleh para pelaku cyber crime, simak baik-baik agar jika ketemu kasus seperti ini tidak panik dan terhipnotis. Kamu juga harus jadi Penyuluh Digital buat orang-orang yang berada disekitarmu!

Stalking Korban

Pernahkah kamu melihat postingan Bank BRI terkait apapun itu, pasti ada salah satu nasabah ada yang menanyakan keluhannya. Biasanya sabrina kelupaan tuh jawab nasabahnya hehe, nah disitulah jadi celah bagi pelaku cyber crime untuk stalking korbannya lebih jauh, nama akunnya juga dibikin semirip mungkin seperti @bri_id @bank_rakyat_indonesia dan masih banyak lagi nama yang mirip-mirip sama profilnya juga disamakan dengan akun resminya. Ingat akun resmi @bankbri_id yang centang biru ya:) Biar kamu tidak jadi korban cyber crime harus hati-hati dan penuh curiga, jangan sama doi doang curiganya.

Perbedaan akun instagram asli dan palsu (Sumber: BRI)

Collect Data

Salah satu langkah awal yang sering dilakukan oleh para pelaku cyber crime ini mencari target pengguna sosial media baik itu nasabah atau bukan, yang terpenting mereka menemukan celah untuk meretas data personal orang seperti nama lengkap, nomor hp, email dan tanggal lahir. Jika kamu salah satu orang yang suka eksis di media sosial dan sering mengunggah data-data pribadi maka segeralah hentikan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Masih ingat salah satu trend filter instagram yang bisa memancing orang agar bisa upload termasuk data pribadi seperti “spill nama lengkap, spill tanggal lahir, spil foto KTP, dan sebagainya” maka hati-hatilah, karena kita tidak tahu niat orang dibalik itu punya rencana seperti apa.

Menghubungi Target

Cara ini sudah sering dilakukan oleh para pelaku cyber crime, ada dua cara yang sering ditemukan di masyarakat. Cara pertama, pelaku cyber crime akan mengirimi pesan singkat, baik itu SMS, ataupun pesan singkat melalui sosial media yang mengakui bahwa dirinya dari pihak bank. Modus yang sering terjadi adalah dengan iming-iming hadiah dan kode penukaran yang bikin menggiurkan. 

 

Cara kedua, hampir sama dengan stalking membalas komentar keluhan nasabah, sehingga nasabah akan terbawa arus karena saking buru-burunya biasanya nasabah akan mengikuti petunjuk dari sang pelaku ini, hingga pada akhirnya adanya website phising yang dibuat agar nasabah mengisi formulir yang berisi data pribadi. Harus teliti ya, mana akun yang mengecoh dan mana akun yang resmi.

Bentuk penipuan dengan kemasan berbeda (Sumber: Internet)

Tipe Modus Kejahatan Cyber Crime Pada Nasabah

Selain tipe kejahatan yang tiga tadi, yang paling sering ditemui juga seperti ini, modus website resmi yang bermodalan .blogspot.com dan shortlink yang menjadi balutan domain yang mencurigakan ini. Jadilah Nasabah Bijak saat berada diposisi ini!

Website Palsu

Membuat website palsu yang menyerupai website resminya

Phising Login

Memancing target agar memasukkan akun ke website palsunya

Mencari Celah

Mengamati aktivitas email dan menunggu celah

Menyamar CS

Menyamar sebagai pemilik email atau akun lainnya untuk menipu

Record Login

Merecord nama pengguna dan kata sandi, melalui halaman login serupa

Menguras Uang

Uang hasil menipu masuk ke rekening pelaku

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Banyak sekali hal-hal sepele yang sering diabaikan padahal itu yang menjadi kunci keamanan dari berbagai serangan cyber crime. Nasabah bisa semakin bijak dengan menerapkan langkah-langkah yang ssangat mudah dilakukan. Berikut beberapa tips untuk meminimalisir serangan cyber crime pada perangkat kita.

Selalu menjaga sistem keamanan

Bentuk keamanan bisa berbagai macam bentuknya, diantaranya selalu rutin mengubah kata sandi, Menerapkan Konsep 2-Factor Authentication (2-FA), Menggunakan data encryption.

Memprioritaskan Penggunaan Software Asli

Usahakan di dalam ponsel jangan menggunakan aplikasi bajakan (Mod), biasanya aplikasi mod itu sudah di rekayasa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Keamanannya juga bisa diragukan.

Hindari Wifi Publik

Usahakan menggunakan koneksi internet pribadi, jangan pernah bertransaksi menggunakan akses internet umum, karena akses internet tersebut bisa diakses oleh semua orang.

Hindari Klik Tautan yang Mencurigakan

Jika kita sembarang klik tautan, khususnya tautan yang mencurigakan, jangan sekali-sekali mengklik tautan tersebut. Karena tautan tersebut bisa jadi phising yang bisa mencuri data pribadi kita.

Buat password/pin yang kuat

Buat kata sandi/pin yang kuat dan tidak menggunakan kata sandi yang rentan ditebak, seperti tanggal lahir, tanggal jadian hmmm, dan kode-kode lainnya. Perlu diketahui bahwa hindari menggunakan password pasaran sebagai berikut: 1234 12345 123456 12345678 bismillah 1234567890 0987654321 qwerty admin

Membiasakan diri berpikir analitis - kritis

Dan yang paling penting, berpikir analitis sebelum termakan berita palsu, seperti iming-iming hadiah 100 juta dan sebagainya. Perlu diteliti dulu, nomornya, nama akunnya dan sebagainya.

Mari Ikut Berkontribusi untuk Mewujudkan #NasabahBijak Bersama Bank Rakyat Indonesia!

Jadilah Pahlawan Digital

Dengan visi misi #NasabahBijak bahwa Indonesia ini membutuhkan penyuluh digital agar bisa menciptakan nasabah-nasabah yang bisa lebih bijak lagi dalam melakukan berbagai transaksi, maupun aktivitas lainnya. Kita sebagai penyuluh digital harus menurunkan 4.601 kasus, dengan cara sederhana.

Melek Informasi

Kita harus menyadari bahwa informasi yang masuk itu tidak semuanya valid, rata-rata orang Indonesia itu tidak mempedulikan kebenaran informasi tersebut.

Edukasi Orang Terdekat

Kita jangan terlalu bodo amat terhadap lingkungan sekitar. Sebagai orang yang paham, kita dituntut untuk memberitahu orang-orang yang awam. Maka dari itu berikan edukasi positif terkait keamanan dalam transaksi.

Laporkan

Upaya yang pertama kali lakukan ketika menerima informasi yang mencurigakan adalah melaporkan atau mengkonfirmasi akun terkait. Banyak sekali lembaga yang menangani akun-akun yang mencurigakan.

Laporkan Disini

Berikut ini beberapa lembaga yang menangani akun-akun yang mencurigakan. Sahabat bisa laporkan ke sini jika ada informasi yang berbau hoaks maupun akun mencurigakan lainnya.

Youtube/Ide Komunikasi

Referensi:

https://www.nasabahbijak.id/

https://www.techtarget.com/searchcio/definition/e-commerce

https://layanan.kominfo.go.id/

https://cekrekening.id/home

https://www.instagram.com/bankbri_id/?hl=id

https://www.qubisa.com/article/pengertian-cyber-crime-dan-cara-menghindarinya

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20661

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/23/ada-2047-juta-pengguna-internet-di-indonesia-awal-2022

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/09/kerugian-akibat-kejahatan-siber-capai-us69-miliar-pada-2021

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/10/07/kerugian-akibat-kejahatan-siber-capai-rp-388-triliun-apa-saja-bentuknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *